PALAPA BOLA – Manchester United berpotensi memasuki fase baru setelah Michael Carrick difavoritkan menjadi pelatih hingga akhir musim usai didepaknya Ruben Amorim. Perubahan ini membuka peluang terjadinya perombakan besar dalam susunan pemain Setan Merah.
Tanpa kompetisi Eropa dan telah tersingkir dari seluruh ajang piala, fokus United kini sepenuhnya tertuju ke Premier League. Carrick pun diperkirakan akan lebih leluasa merancang pendekatan yang sesuai dengan karakternya.
Dengan skuad yang perlahan kembali lengkap, Carrick diyakini akan meninggalkan skema lama dengan tiga bek warisan Amorim. Formasi 4-2-3-1 disebut-sebut menjadi fondasi utama permainan United ke depan.
Susunan pemain pun diprediksi mengalami sejumlah perubahan signifikan di hampir semua lini. Beberapa nama lama tetap dipercaya, sementara wajah baru berpeluang mendapat peran penting.
Berikut prediksi susunan pemain Man United di bawah asuhan Carrick.
Kiper: Senne Lammens
Senne Lammens menjadi salah satu titik terang Manchester United musim ini. Kehadirannya memberi stabilitas yang sebelumnya sulit ditemukan di bawah mistar.
Kiper asal Belgia itu menunjukkan kualitas yang lebih meyakinkan dibanding pendahulunya khususnya Andre Onana. Meski belum sepenuhnya matang, progresnya terlihat jelas dari pekan ke pekan.
Di bawah asuhan Carrick, Lammens diperkirakan tetap menjadi pilihan utama. Konsistensi permainannya membuat posisi tersebut relatif aman untuk saat ini.
Bek Kanan: Diogo Dalot
Masa depan Noussair Mazraoui yang belum jelas membuka peluang bagi Diogo Dalot. Bek Portugal itu berpotensi kembali dipercaya sebagai starter reguler.
Dalot memang masih menuai pro dan kontra di kalangan pendukung United. Namun, karakter permainannya dinilai lebih cocok dalam skema empat bek.
Dalam formasi 4-2-3-1, Dalot bisa lebih fokus menjalankan peran naturalnya. Tugas bertahannya pun tak seberat ketika bermain dalam sistem tiga bek.
Bek Tengah: Matthijs de Ligt
Absennya Matthijs de Ligt terasa sangat berpengaruh bagi performa United. Catatan kemenangan tim menurun drastis saat ia menepi karena cedera.
Bek asal Belanda itu dijadwalkan segera kembali merumput. Carrick diprediksi langsung memasukkannya ke starting XI begitu kondisinya memungkinkan.
Kehadirannya memberi ketenangan di lini belakang. De Ligt juga menjadi pemimpin alami dalam organisasi pertahanan United.
Bek Tengah: Lisandro Martinez
Lisandro Martinez hampir pasti mengisi sisi kiri pertahanan. Kaki kirinya memberi keseimbangan dalam membangun serangan dari belakang.
Gaya bermain agresif Martinez melengkapi karakter De Ligt. Kombinasi keduanya dianggap ideal saat berada dalam kondisi bugar.
Jika keduanya fit, United memiliki fondasi pertahanan yang solid. Duet ini diharapkan mampu mengurangi kebobolan di laga-laga krusial.
Bek Kiri: Luke Shaw
Posisi bek kiri menjadi persaingan antara Luke Shaw dan Patrick Dorgu. Namun, Shaw diprediksi kembali ke peran alaminya di sisi kiri.
Selama musim ini, Shaw kerap dimainkan sebagai bek tengah kiri. Di bawah Carrick, perannya kemungkinan akan dikembalikan seperti semula.
Sementara itu, Dorgu disiapkan sebagai pelapis dan opsi fleksibel. Ia juga bisa dimanfaatkan di sektor sayap jika dibutuhkan.
Gelandang Bertahan: Casemiro
Casemiro berpeluang tampil lebih optimal dalam formasi 4-2-3-1. Dukungan gelandang di sekitarnya akan mengurangi beban defensifnya.
Carrick dikenal menuntut kontribusi kolektif dari seluruh lini. Setiap pemain diwajibkan terlibat dalam menjaga keseimbangan tim.
Ia pernah menegaskan pentingnya jumlah pemain di lini tengah. Pendekatan ini diyakini akan membuat Casemiro tampil lebih efektif.
Gelandang Tengah: Kobbie Mainoo
Kobbie Mainoo menjadi salah satu proyek penting Carrick. Pemain muda ini dinilai masih memiliki potensi besar untuk berkembang.
Perjalanan Mainoo bersama United memang tidak selalu mulus. Namun, kepercayaan publik terhadapnya masih sangat tinggi.
Pengalaman Carrick dalam membina pemain muda menjadi nilai tambah. Ia diyakini mampu membantu Mainoo menemukan performa terbaiknya.
Gelandang Serang: Bruno Fernandes
Bruno Fernandes diprediksi kembali ke posisi favoritnya sebagai gelandang serang. Peran ini diyakini mampu memaksimalkan kreativitasnya.
Meski sempat bermain lebih ke dalam, kontribusinya tetap terasa. Namun, pengaruh Bruno lebih besar saat berada dekat kotak penalti lawan.
Carrick sendiri menilai Bruno sebagai pembeda di momen penting. Kepercayaan ini membuat perannya semakin krusial di tim.
Sayap Kanan: Bryan Mbeumo
Bryan Mbeumo menjadi kandidat terkuat di sisi kanan. Persaingan dengan Amad Diallo diperkirakan berlangsung ketat.
Saat ini, Mbeumo memiliki keunggulan dari sisi produktivitas. Ia tercatat sebagai pencetak gol terbanyak United di liga.
Perannya akan sangat vital hingga akhir musim. Carrick membutuhkan konsistensi dari sektor sayap untuk menopang lini depan.
Sayap Kiri: Matheus Cunha
Matheus Cunha menawarkan fleksibilitas yang sangat dibutuhkan United. Ia mampu bermain di berbagai posisi menyerang.
Carrick berpotensi menempatkannya di sisi kiri. Namun, perannya bisa berubah sesuai kebutuhan taktik di lapangan.
Kemampuan adaptasinya memberi banyak opsi bagi tim. Cunha menjadi aset penting dalam skema permainan yang dinamis.
Penyerang Tengah: Benjamin Sesko
Benjamin Sesko mulai menunjukkan tanda kebangkitan. Dua gol ke gawang Burnley menjadi momentum penting baginya.
Meski awal musim berjalan sulit, potensinya tetap terlihat. Kepercayaan pelatih menjadi faktor krusial bagi perkembangannya.
Pendekatan ofensif Carrick diyakini cocok dengan gaya Sesko. Ia berpeluang mencapai level baru hingga musim berakhir.
